Pembinaan Wushu Sanda Kota Mataram telah menghasilkan prestasi kompetitif, tetapi keberlanjutan pembibitan, pendanaan, pelaksanaan program, dan progres ke jenjang kompetisi lebih tinggi belum tergambarkan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program pembinaan prestasi atlet menggunakan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Penelitian menggunakan desain evaluatif deskriptif-kuantitatif. Dari 21 stakeholder yang ditargetkan melalui total sampling, 17 kuesioner lengkap dianalisis, terdiri atas delapan atlet, tiga pelatih, dan enam pengurus. Instrumen memuat 53 pernyataan skala Likert empat tingkat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase ketercapaian. Hasil menunjukkan context 83,17% (sangat baik), input 77,21%, process 70,00%, dan product 72,79% (baik). Ketimpangan utama terdapat pada kualitas pelatih 90,03% dibandingkan input atlet dan pendanaan 67,28%, serta pelaksanaan program prestasi 82,35% dibandingkan pembinaan usia dini 54,41%. Prioritas perbaikan meliputi rekrutmen, pembinaan usia dini, pendanaan, kesejahteraan atlet, monitoring, dan penguatan jalur kompetisi.
Copyrights © 2026