Kinerja guru menjadi salah satu penentu utama keberhasilan proses pembelajaran, terutama di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan yang menuntut perpaduan kompetensi akademik dan vokasional. Penelitian ini bertujuan menguji kontribusi efikasi diri, pengalaman mengajar, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru SMKN 1 Dukuhturi, baik secara parsial maupun simultan. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif-kausal dengan melibatkan seluruh 70 guru berstatus PNS dan PPPK sebagai sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian data diolah menggunakan analisis regresi linear berganda berbantuan SPSS. Hasil pengujian membuktikan efikasi diri berkontribusi positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t=3,529; sig=0,001), pengalaman mengajar tidak terbukti berkontribusi signifikan (t=-0,948; sig=0,346), sementara motivasi kerja tampil sebagai prediktor parsial paling dominan (t=6,694; sig=0,000). Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F=309,124; sig=0,000) dengan kontribusi sebesar 93,4%. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan efikasi diri dan motivasi kerja lebih menentukan kinerja guru dibandingkan sekadar lamanya masa kerja
Copyrights © 2026