Penelitian ini bertujuan untuk menilai ketersediaan fasilitas, mengevaluasi kondisi keselamatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor penentu keselamatan penumpang rentan pada layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta–Solo. Fokus studi dibatasi pada penumpang lanjut usia, ibu hamil, dan orang tua yang membawa balita. Melalui metode deskriptif kuantitatif–kualitatif, data primer dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dari 210 responden (Purposive Sampling) dan observasi lapangan berdasarkan standar PM 63 Tahun 2019. Analisis data menggunakan Importance-Performance Analysis (IPA) yang dikomparasikan melalui analisis kesenjangan regulasi (benchmarking) dengan Inclusive Design Code dari Land Transport Authority (LTA) Singapura. Hasil pemetaan IPA menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur fisik dasar sudah sangat memadai dan melampaui ekspektasi (Kuadran IV dan II), namun kualitas pelayanan operasional justru menjadi titik lemah yang mendesak untuk diperbaiki (Kuadran I). Keselamatan penumpang rentan terkompromi akibat minimnya ketegasan petugas dalam melindungi hak ruang prioritas serta kelemahan respons darurat medis. Analisis kesenjangan membuktikan bahwa standar domestik masih berorientasi pada penyediaan perangkat keras (compliance-based) dan belum menjamin perlindungan proaktif yang berpusat pada pengguna (outcome-based). Rekomendasi penelitian mendesak transformasi SOP petugas menjadi pelindung ruang yang proaktif serta pembentukan norma sosial keselamatan secara sistemik.
Copyrights © 2026