Anxiety is a factor that can affect a referee's performance when officiating volleyball matches. This study aimed to analyze the anxiety levels of volleyball referees while officiating matches, based on gender and the level of competition. A descriptive quantitative approach was employed, involving 32 referees affiliated with the Central Java Volleyball Referees Association. The Competitive State Anxiety Inventory-2 Revised (CSAI-2R) was used as the research instrument. Data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. The results indicated that 87.5% of the respondents exhibited low anxiety levels, 12.5% fell into the moderate category, and no instances of high anxiety were found. Both male and female referees fell into the low anxiety category. All referees officiating at the national level demonstrated low anxiety, whereas moderate anxiety was more frequently observed at the regional level. It is concluded that, in terms of gender, both male and female referees tend to exhibit low levels of anxiety; regarding the level of competition, referees officiating at higher levels tend to have lower anxiety levels. Abstrak Kecemasan merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu penampilan wasit dalam memimpin pertandingan bola voli. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kecemasan wasit bola voli saat memimpin pertandingan berdasarkan gender dan level pertandingan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif terhadap 32 wasit bola voli yang tergabung dalam Asosiasi Wasit Bola Voli Jawa Tengah. Instrumen yang digunakan adalah Competitive State Anxiety Inventory-2 Revised (CSAI-2R). Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa 87,5% responden memiliki tingkat kecemasan rendah, 12,5% berada pada kategori sedang, dan tidak ditemukan kecemasan tinggi. Wasit laki-laki maupun perempuan sama-sama berada pada kategori kecemasan rendah. Seluruh wasit yang memimpin pertandingan tingkat nasional memiliki kecemasan rendah, sedangkan kecemasan sedang lebih banyak ditemukan pada level daerah. Kesimpulkan dari penelitian ini Adalah ditinjau dari gender, baik wasit laki-laki maupun perempuan cenderung memiliki tingkat kecemasan yang rendah dan ditinjau dari level pertandingan, wasit yang memimpin pertandingan pada level yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah.
Copyrights © 2026