Peningkatan pencemaran udara di Kota Yogyakarta yang mencapai 70% menjadi isu lingkungan yang mendesak dan melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan pola kualitas udara di Yogyakarta menggunakan teknik data mining dengan algoritme K-Means clustering. Data historis Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2022. Dataset yang dianalisis mencakup sembilan atribut: Waktu, CO, PM2.5, PM10, NO2, SO2, HC, O3, dan Komponen Kritis. Data tersebut dikelompokkan ke dalam lima cluster untuk mengidentifikasi pola polusi yang berbeda. Hasil analisis menunjukkan bahwa Cluster 1 merepresentasikan kondisi polusi udara terburuk, yang secara dominan ditandai oleh konsentrasi PM10 dan PM2.5 tertinggi dibandingkan cluster lainnya. Temuan ini dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai dasar ilmiah untuk evaluasi dan perumusan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran dalam upaya mitigasi pencemaran udara.
Copyrights © 2025