Kinerja operasional perusahaan manufaktur rentan terhadap guncangan makroekonomi, terutama volatilitas inflasi dan volatilitas nilai tukar. Penelitian ini menganalisis pengaruh kedua variabel tersebut terhadap Return on Assets (ROA) pada 50 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2021–2024, dengan leverage dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Regresi data panel dengan 200 pengamatan digunakan, dengan Model Fixed Effect Model (FEM) dipilih berdasarkan uji Chow dan Hausman, serta uji robustness yang dilakukan dengan menggunakan ROE sebagai variabel dependen alternatif. Hasil menunjukkan bahwa volatilitas inflasi dan volatilitas nilai tukar tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA, sedangkan leverage memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, semua variabel signifikan dengan R-squared sebesar 73,21%. Perusahaan manufaktur disimpulkan mampu menyerap guncangan makroekonomi, namun tetap rentan terhadap tekanan struktur modal.
Copyrights © 2026