Kenaikan biaya produksi menjadi salah satu tantangan utama dalam keberlanjutan usaha tani padi, terutama ketika tidak diimbangi dengan perbaikan harga jual gabah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan harga gabah, upah tenaga kerja pertanian, dan biaya produksi usaha tani padi di Indonesia selama 2023–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui studi literatur dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, jurnal ilmiah, buku, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah tenaga kerja pertanian meningkat sebesar 7,48%, sementara biaya produksi usaha tani padi naik sebesar 8,66%. Pada periode yang sama, harga gabah justru mengalami penurunan sebesar 5,36%. Ketidakseimbangan tersebut menunjukkan adanya tekanan terhadap margin usaha tani karena peningkatan biaya input tidak diikuti oleh kenaikan penerimaan dari harga gabah. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan stabilisasi harga gabah yang disertai peningkatan efisiensi biaya produksi dan produktivitas pertanian untuk menjaga pendapatan serta keberlanjutan usaha petani padi.
Copyrights © 2026