Legenda Danau Toba dan Lau Kawar merupakan bagian penting dari sastra lisan Batak yang merekam nilai moral, struktur sosial, dan pandangan budaya masyarakat pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan unsur intrinsik kedua legenda, meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, amanat, serta sudut pandang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode perbandingan sastra. Data diperoleh melalui studi pustaka dan teknik pencatatan terhadap teks kedua legenda, kemudian dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan perbandingan unsur intrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua legenda memiliki kesamaan pada penggunaan alur maju, konflik keluarga, serta penyelesaian cerita berupa bencana alam yang berkaitan dengan konsekuensi moral. Perbedaannya terletak pada sumber konflik dan konteks sosial budaya yang membentuk narasi. Legenda Danau Toba menekankan pelanggaran janji, sedangkan Lau Kawar menyoroti kesalahpahaman dan lemahnya komunikasi keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur naratif kedua legenda berfungsi sebagai medium transmisi nilai moral dan budaya masyarakat Batak.
Copyrights © 2026