Pemilihan mahasiswa berprestasi merupakan agenda tahunan yang penting bagi fakultas untuk mengapresiasi capaian akademik dan non-akademik mahasiswa, namun proses seleksinya kerap terhambat oleh subjektivitas dalam menentukan bobot kepentingan antar kriteria penilaian. Penelitian ini bertujuan menerapkan kombinasi altas, sedangkan metode Borda digunakan untuk mengonversi hasil perangkingan awal menjadi skor konsensus akhir yang lebih tervalidasi. Studi kasus melibatkan tujuh alternatif mahasiswa yang dinilai dari lima kriteria, yaitu Indeks Prestasi Kumulatif, jumlah SKS, jumlah poin prestasi/karya ilmiah (bersifat benefit), jumlah ketidakhadiran (alpha), dan jumlah pelanggaran tata tertib (bersifat cost). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot kriteria yang dihasilkan ROC bernilai valid (total bobot = 1,0000) dan perangkingan akhir melalui metode Borda menghasilkan urutan yang konsisten dengan skor preferensi ROC, dengan alternatif A6 menempati peringkat teratas. Kombinasi kedua metode terbukti mampu menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dibandingkan penilaian manual..
Copyrights © 2026