Cafe Riau 20 merupakan usaha jasa boga yang telah bersertifikasi halal, namun belum memiliki sistem formal untuk memantau titik kendali halal di seluruh alur rantai pasoknya. Kondisi ini menyebabkan adanya kesenjangan antara praktik operasional dengan standar Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pasok, mengukur kinerja manajemen rantai pasok halal menggunakan Key Performance Indicators (KPI), serta merumuskan strategi perbaikan kinerjanya. Pengukuran kinerja dilakukan dengan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) yang diintegrasikan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pembobotan, normalisasi Snorm De Boer, dan Traffic Light System (TLS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Struktur rantai pasok Cafe Riau 20 melibatkan pemasok bahan baku, internal kafe, dan konsumen akhir. Hasil perhitungan menunjukkan Nilai Akhir Kinerja Rantai Pasok sebesar 79,66 yang masuk dalam kategori "Sedang" (Average). Hasil pengukuran KPI pada atribut Reliabilitas menunjukkan kinerja sangat baik (skor 100) pada indikator kepatuhan sertifikasi halal. Namun, terdapat kesenjangan pada KPI atribut Responsivitas dan Aset, khususnya pada indikator waktu tunggu (lead time) dan intensitas evaluasi pelanggan yang berada pada zona kuning dan merah. Strategi perbaikan prioritas yang dirumuskan meliputi digitalisasi umpan balik pelanggan, optimasi alur kerja dapur, serta formalisasi dokumen pemetaan Halal Control Points (HCP). Kata kunci: Kafe, kinerja, rantai pasok halal, SCOR, KPI.
Copyrights © 2026