Konflik lingkungan dalam industri peternakan merupakan isu kompleks yang melibatkan interaksi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik sosial yang ditimbulkan oleh tuduhan pencemaran udara pada sebuah perusahaan peternakan ayam broiler di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, dokumentasi internal perusahaan dan pelaporan dari instansi pemerintah daerah. Temuan menunjukkan bahwa meskipun perusahaan telah memenuhi seluruh kewajiban perizinan dan pemantauan lingkungan sesuai dengan regulasi, tetap muncul resistensi dari kelompok masyarakat tertentu yang didorong oleh motif ekonomi dan personal. Studi ini merekomendasikan pentingnya pendekatan komunikasi partisipatif, penguatan transparansi pengelolaan lingkungan, serta pelibatan aktor lokal dalam pembangunan sosial-ekologis yang berkeadilan.
Copyrights © 2026