Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) merupakan instrumen penting dalam modernisasi pertanian karena berperan dalam mempercepat proses kerja, menekan kebutuhan tenaga kerja manual, meningkatkan efisiensi biaya, serta mendukung peningkatan produktivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efektivitas pemanfaatan alsintan oleh Brigade Pangan dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Responden penelitian adalah seluruh anggota Brigade Pangan di Kecamatan Mendo Barat sebanyak 30 orang yang ditentukan melalui sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert dan regresi linear berganda. Variabel bebas meliputi ketersediaan alsintan, sumber daya manusia, kondisi lahan, manajemen Brigade Pangan, dan faktor ekonomi, sedangkan variabel terikat adalah efektivitas pemanfaatan alsintan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemanfaatan alsintan mencapai 81,92% dan termasuk kategori sangat tinggi. Hasil regresi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,680, yang berarti 68,0% variasi efektivitas dapat dijelaskan oleh kelima variabel bebas. Secara simultan, seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pemanfaatan alsintan. Secara parsial, sumber daya manusia dan manajemen Brigade Pangan berpengaruh signifikan, sedangkan ketersediaan alsintan, kondisi lahan, dan faktor ekonomi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas operator dan penguatan tata kelola kelembagaan menjadi strategi utama untuk mengoptimalkan pemanfaatan alsintan dalam mendukung produktivitas pertanian.
Copyrights © 2026