Provinsi Sumatera Utara salah satu wilayah strategis dalam produksi beras dan berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, peningkatan jumlah penduduk, perubahan tingkat pendapatan, serta fluktuasi produksi dan harga beras dapat memengaruhi ketersediaan dan konsumsi beras di daerah tersebut. Situasi ini menimbulkan tantangan dalam menjaga stabilitas pangan di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketersediaan dan konsumsi beras di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model regresi linier berganda dengan menggunakan data pada periode 2004–2022. Variabel untuk ketersediaan beras meliputi produksi beras, stok beras, impor beras, dan luas lahan panen. Variabel untuk konsumsi beras meliputi penduduk, pendapatan per kapita, dan harga beras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap ketersediaan dan konsumsi beras. Produksi beras dan stok beras memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ketersediaan beras, sedangkan impor beras memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan, dan luas lahan panen memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan. Dari sisi konsumsi, populasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi beras, sedangkan pendapatan per kapita memiliki pengaruh negatif dan signifikan, dan harga beras memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor produksi dan demografi memainkan peran dominan dalam menentukan dinamika ketersediaan dan konsumsi beras di Sumatera Utara.
Copyrights © 2026