Penguatan kelembagaan kelompok tani merupakan aspek penting dalam mendukung keberlanjutan usaha tani padi organik dan peningkatan daya saing agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja kelembagaan serta merumuskan strategi penguatan kelembagaan kelompok tani padi organik di Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilaksanakan pada lima kelompok tani padi organik di Kabupaten Banyumas, yaitu Kelompok Tani Gatos, Watu Agung, Marsudi Tani, Ngudi Raharjo II, dan Karang Nangka. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 53 petani yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan analisis kinerja kelembagaan, Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kelembagaan kelompok tani berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 4,24. Nilai IFAS sebesar 3,26 menunjukkan bahwa kelompok tani memiliki kondisi internal yang kuat, sedangkan nilai EFAS sebesar 3,45 menunjukkan bahwa lingkungan eksternal memberikan peluang yang cukup besar bagi pengembangan kelembagaan kelompok tani. Hasil analisis SWOT menempatkan kelompok tani pada Kuadran I (growth oriented strategy), yang menunjukkan bahwa strategi penguatan kelembagaan perlu diarahkan pada pemanfaatan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal secara optimal. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan kapasitas kelembagaan, pengembangan jaringan pemasaran produk organik, peningkatan akses pembiayaan dan kemitraan usaha, serta penguatan koordinasi organisasi kelompok tani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan kelompok tani menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan agribisnis padi organik di Kabupaten Banyumas.
Copyrights © 2026