Komoditas kopi merupakan tanaman tahunan (perennial crop) yang bersifat musiman, sehingga menyebabkan tekanan ekonomi bagi petani yang bergantung pada kopi sebagai sumber pendapatan utama selama periode off-season. Kondisi ini didukung oleh temuan Anderzén et al. (2020) di Chiapas, Meksiko, dan Rodriguez-Camayo et al. (2025) di Honduras, yang menunjukkan bahwa petani yang hanya mengandalkan kopi lebih rentan terhadap kemiskinan dan kerawanan pangan. Kondisi serupa ditemukan pada Kelompok Tani Giri Makmur, di mana sebagian petani meminjam uang kepada ketua kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga ketika off-season. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh livelihood assets secara simultan dan parsial terhadap strategi bertahan hidup Kelompok Tani Kopi Giri Makmur di Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung ketika periode off-season. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampel jenuh terhadap 45 anggota kelompok tani melalui wawancara langsung berbantuan kuesioner terstruktur, dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima livelihood assets secara simultan berpengaruh signifikan terhadap strategi bertahan hidup petani. Secara parsial, hanya aset finansial yang berpengaruh signifikan dengan arah negatif, yang mengindikasikan bahwa petani dengan kondisi finansial yang relatif stabil cenderung tidak terdorong untuk menerapkan strategi bertahan hidup mereka, karena telah memiliki bantalan ekonomi yang cukup selama masa tidak panen kopi.
Copyrights © 2026