Pembangunan pertanian memiliki cakupan yang luas, dinamis, dan kompleks salah satunya yakni subsektor perkebunan. Budidaya kopi organik menawarkan berbagai manfaat, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan potensi, penerapan sistem agribisnis, nilai ekonomi, serta strategi pengembangan produk organik komoditas kopi arabika di Kabupaten Lumajang. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di wilayah Kabupaten Lumajang. Metode pengambilan sampel yaitu dengan Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Metode Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kopi arabika organik sangat sesuai di wilayah Kecamatan Candipuro, Gucialit, Pasrujambe, Pronojiwo, dan Senduro. Penerapan sistem agribisnis dilakukan melalui tumpangsari dengan komoditas lainnya. Kendala yang dialami yaitu: bahan stek dari kebun tidak terjamin kualitasnya, bahan pembuatan pupuk dan pestisida tidak terjamin bebas dari kontaminasi zat kimia, peralatan budidaya, panen, dan pasca panen digunakan juga untuk kegiatan anorganik, serta belum memiliki fasilitas pendukung proses olah basah, keterbatasan tenaga kerja baik dari kuantitas maupun kualitas (skill), akses terhadap sumber permodalan masih terbatas, pasar produk kopi organik terbatas karena belum terjalin kemitraan secara formal dan lemahnya manajemen kelembagaan kelompok tani maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Hasil perhitungan ekonomi produk kopi arabika organik dapat menekan biaya produksi hingga 20%. Pilihan prioritas strategi pengembangan produk kopi arabika organik adalah pentingnya penguatan kelembagaan petani dalam bentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) agar meningkatkan jiwa entrepreneur /wirausaha, sekaligus memperkuat posisi tawar (bargaining position) dalam mekanisme pasar produk organik yang dilandasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Copyrights © 2026