PT Petani Lokal merupakan perusahaan agribisnis yang bergerak dalam produksi sayuran segar dengan fokus penjualan ke ritel modern. Penerapan sistem konsinyasi yang diterapkan oleh ritel modern serta dipadukan dengan pendekatan push system telah memicu permasalahan berupa kerugian finansial akibat dari tingginya tingkat pengembalian produk (retur) pasca-pemajangan. Penelitian ini difokuskan pada lima komoditas yang memiliki tingkat kegagalan tertinggi dan bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko prioritas hingga merumuskan strategi mitigasinya menggunakan metode House of Risk (HOR). Hasil HOR tahap 1 yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat 9 sumber risiko prioritas berdasarkan prinsip Pareto. Sumber risiko yang memiliki nilai Aggregate Risk Potential (ARP) terbesar adalah kondisi cuaca/hujan, serangan hama, dan penerapan sistem penjualan push system. Berdasarkan HOR tahap 2, aksi mitigasi yang memiliki rasio Effectiveness to Difficulty (ETD) terbesar adalah Optimalisasi Sistem Jual Putus (Brand YOA) Berbasis Pull System agar perusahaan dapat memindahkan risiko ke pihak ritel.
Copyrights © 2026