Peningkatan jumlah penduduk di Kabupaten Kampar sebesar 4,48% dari 860.379 jiwa pada tahun 2023 menjadi 898.973 jiwa pada tahun 2024 meningkatkan kebutuhan pangan segar, khususnya sayuran hortikultura, sehingga diperlukan sistem produksi yang efisien dan berkelanjutan. Salah satu alternatif yang berkembang adalah budidaya sayuran secara hidroponik. Hydrofarm Pantara merupakan usaha hidroponik selada di Desa Pantai Raja yang mengalami perkembangan produksi dan pemasaran secara signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejarah, skala dan modal usaha serta menentukan strategi pengembangan usaha hidroponik selada Hydrofarm Pantara. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan non-eksperimental. Pemilihan lokasi dan informan dilakukan secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi analisis deskriptif kualitatif, analisis SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hydrofarm Pantara berkembang dari 48 menjadi lebih dari 3.000 lubang tanam dengan jaringan pemasaran yang mencakup UMKM, kafe, restoran, dan supermarket. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada aspek edukasi, legalitas, dan keberagaman pasar, dengan kelemahan pada promosi digital, kapasitas produksi, dan belum adanya kontrak pemasaran tetap. Peluang utama berasal dari kerja sama pasar, sedangkan ancaman berupa persaingan dan peningkatan standar kualitas. Strategi prioritas pengembangan usaha yaitu menjaga kualitas dan konsistensi pasokan produk (0,207), meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap (0,197), serta mengoptimalkan promosi digital (0,183).
Copyrights © 2026