Posyandu sebagai pilar pelayanan kesehatan masyarakat masih menghadapi tantangan, terutama dalam pencatatan manual, koordinasi Kader, serta keterbatasan literasi digital. Kondisi ini berdampak pada rendahnya efisiensi kerja dan akurasi data. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik pelatihan keterampilan digital bagi Kader Posyandu melalui pemanfaatan Google Workspace sebagai upaya peningkatan produktivitas dan transformasi digital layanan publik. Metode yang digunakan adalah Service Learning, metode kegiatan pembelajaran atau pelatihan kepada masyarakat. Menggabungkan pelayanan kepada masyarakat dengan proses pembelajaran melalui pelatihan kepada Kader Posyandu di Desa Dono, Kabupaten Tulungagung[FASM1] . Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, meliputi pengenalan Google Workspace (Docs, Sheets, Form, Drive, Calendar, dan Meet), praktik pencatatan data, pelaporan, serta simulasi koordinasi daring. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan Kader, dari hanya tiga Kader yang memahami Google Workspace pada pre-test menjadi 17 Kader pada hasil post-test. Penerapan produk digital terbukti mempercepat pencatatan, meningkatkan akurasi pelaporan, dan memperluas metode edukasi masyarakat melalui media daring. Pelatihan ini juga mendorong Kader lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sejalan dengan arah transformasi digital kesehatan nasional. Dengan demikian, pemanfaatan Google Workspace mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan produktivitas Kader Posyandu dan memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. Abstract Posyandu, as a cornerstone of community health services, continues to face challenges, particularly in manual data recording, cadre coordination, and limited digital literacy. These issues contribute to low work efficiency and data accuracy. This study aims to describe the practice of digital skills training for Posyandu cadres through the utilization of Google Workspace as an effort to enhance productivity and support the digital transformation of public services. A qualitative descriptive method was employed, involving training sessions for Posyandu cadres in Dono Village, Tulungagung Regency. The activities were conducted in three phases: preparation, implementation, and evaluation. The training covered the introduction to Google Workspace tools (Docs, Sheets, Forms, Drive, Calendar, and Meet), hands-on practice in data recording and reporting, and simulations of online coordination. The results showed a significant improvement in cadre understanding and skills, from only three cadres familiar with Google Workspace during the pre-test to 17 cadres in the post-test. The adoption of digital tools proved effective in accelerating data entry, improving reporting accuracy, and expanding community education methods through online media. The training also encouraged cadres to become more adaptive to technological developments, aligning with the national agenda for digital health transformation. Thus, the use of Google Workspace presents an effective strategy for improving Posyandu cadre productivity and strengthening the quality of community health services in a sustainable manner.
Copyrights © 2026