Penggunaan bahan alami sebagai zat aktif deodoran terus dikembangkan karena dinilai lebih aman dan berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Daun jeruk bali (Citrus maxima Merr) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, terpenoid, steroid dan minyak atsiri diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak daun jeruk bali dalam bentuk sediaan deodoran spray, evaluasi mutu fisik sediaan, serta mengetahui aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian berupa eksperimental Laboratorium, ekstrak diperoleh dengan proses maserasi, kemudian diformulasikan menjadi tiga formula dengan konsentrasi ekstrak 1 g, 1,5 g, dan 2 g. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH dan pola penyemprotan dan penguji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik dengan bentuk cair, bau khas ekstrak, homogen, memiliki pH 5,75-5,83 dan menghasilkan pola penyemprotan baik. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa formula I zona hambat 3,0 mm, formula II zona hambat 6,7 mm, dan formula III zona hambat 12,6 mm. Kesimpulan penelitian ini bahwa ekstrak daun jeruk bali (Citrus maxima Merr) dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray yang memenuhi evaluasi fisik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dan aktivitas antibakteri formula III dengan konsentrasi 2 g ekstrak kategori zona hambat kuat.
Copyrights © 2026