Keterbatasan lahan pertanian adalah salah satu tantangan yang dihadapi dalam kegiatan bertani, terutama di wilayah perkotaan dan desa-desa berkembang. Desa Sidorahayu merupakan wilayah dengan ketersediaan lahan produktif yang sangat terbatas; pertanian tradisional yang kurang berkembang kemudian dialihkan ke fungsi lain (perumahan, industri) bahkan lebih karena pekerjaan masyarakat menjadi pekerja pabrik. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan fungsi bagi petak lahan kecil, berdasarkan rumah kaca sederhana dengan sistem hidroponik bertingkat DFT. Kegiatan dilaksanakan dalam tahapan berikut: survei lokasi, perancangan sistem hidroponik, sosialisasi kepada masyarakat dan siswa sekolah dasar, pemasangan sistem hidroponik. Sistem hidroponik mengadopsi prinsip resirkulasi air (recirculation), sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien. Menggunakan rumah kaca sederhana yang dilapisi plastik UV untuk melindungi tanaman dari hujan sekaligus memberikan suhu dan nutrisi yang stabil bagi tanaman. Untuk pemasangan hidroponik secara gabungan, selada merupakan tanaman pertama yang dapat dibudidayakan dengan satu proses tanam setiap 30 hari menghasilkan 14,4 kg selada yang memiliki perkiraan pendapatan per bulan sebesar Rp 429 K. Keberlanjutan ini tidak hanya memungkinkan peningkatan imbal hasil ekonomi, tetapi juga membantu menumbuhkan kesadaran akan teknologi pertanian modern dan penggunaan lahan yang lebih efektif. Dengan demikian, solusi yang ditawarkan adalah rumah kaca hidroponik DFT bertingkat, yang dapat mengatasi persoalan keterbatasan lahan serta memberikan otonomi dalam membangun usaha berkelanjutan yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Copyrights © 2026