Ketidakseimbangan distribusi beban kerja pada usaha mikro, kecil, dan menengah kerap menjadi faktor laten yang secara sistemik menghambat pencapaian target produksi secara optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis serta mengkuantifikasi beban kerja karyawan di Industri Minuman Herbal pada empat divisi operasional menggunakan metode Workload Analysis (WLA) berbasis data produksi dan permintaan periode Mei 2024 hingga Februari 2025. Objek penelitian mencakup sembilan karyawan pada Divisi Produksi, Pengemasan, Distribusi, serta Administrasi dan Marketing, dengan waktu kerja tersedia sebesar 166 jam per bulan sebagai acuan perhitungan rasio beban kerja. Hasil analisis mengidentifikasi tiga karyawan dalam kondisi overload (33,3%), lima karyawan dalam kondisi optimal (55,6%), dan satu karyawan dalam kondisi underload (11,1%). Kondisi overload paling kritis ditemukan pada Divisi Distribusi dengan rasio beban kerja mencapai 117,2%, yang berkorelasi langsung dengan kegagalan pemenuhan permintaan pasar pada dua periode kritis yakni Juli dan Oktober 2024. Ketimpangan distribusi yang bersifat lintas-divisi ini mengindikasikan kelemahan sistemik dalam manajemen sumber daya manusia perusahaan. Rekomendasi redistribusi beban kerja secara proporsional berbasis perhitungan WLA diajukan sebagai landasan pengambilan keputusan manajerial yang terukur dan akuntabel guna meningkatkan efisiensi operasional perusahaan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026