Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kurangnya keterlibatan dan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran praktik, yang dinilai akibat dominannya model pembelajaran konvensional bersifat searah. Permasalahan tersebut berimplikasi pada melemahnya penguasaan keterampilan psikomotorik siswa, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, serta berorientasi pada peserta didik. Metode Project-based Learning (PjBL) dipilih karena memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitas, semangat kolaborasi, motivasi instrinsik, serta pengalaman belajar bermakna melalui implementasi proyek nyata. Penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi antara tingkat kepuasan siswa dengan pencapaian hasil belajar pada mata pelajaran perawatan rambut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional ex post facto. Populasi penelitian ini mencakup siswa kelas X tata Kecantikan di SMKN 6 Surabaya yang menempuh mata pelajaran perawatan rambut pada tahun akademik 2025/2026. Sampel penelitian ini terdiri dari seluruh siswa aktif pada kelas tersebut, yakni sejumlah 107 orang. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas, uji linearitas, serta korelasi Pearson Product Moment untuk menguji hubungan antara variabel X (kepuasan siswa) dan variabel Y (hasil belajar psikomotorik). Didapat nilai koefisien korelasi sebesar 0,523 dengan taraf signifikansi < 0,001, yang menunjukkan bahwa hasil pengujian berada di atas ambang batas signifikansi 0,001. Temuan ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif dan bermakna secara statistik antara kepuasan siswa terhadap metode PJBL dengan hasil belajar psikomotorik.
Copyrights © 2026