Latar Belakang: Kecemasan akademik merupakan masalah psikologis yang sering dialami siswa sekolah menengah atas akibat tuntutan akademik, persaingan masuk perguruan tinggi, serta kurangnya keyakinan terhadap kemampuan diri. Terapi mewarnai mandala sebagai bagian dari art therapy dapat membantu mengalihkan perhatian, meningkatkan fokus, dan memberikan efek relaksasi, sedangkan self efficacy meningkatkan keyakinan individu dalam menghadapi tuntutan akademik. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi mewarnai mandala dikombinasikan dengan self efficacy terhadap skor kecemasan akademik pada siswa kelas XI SMAN 6 Tasikmalaya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental pre test-post test with control group design. Sampel berjumlah 40 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 20 responden menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil: Rata-rata skor kecemasan kelompok intervensi menurun dari 23,00 menjadi 20,20, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 24,40 menjadi 27,75. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p=0,000). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan skor post test antarkelompok (p=0,000; p<0,05). Kesimpulan: Terapi mewarnai mandala dikombinasikan dengan self efficacy efektif menurunkan kecemasan akademik pada siswa kelas XI SMAN 6 Tasikmalaya.
Copyrights © 2026