Perubahan pola pembelajaran berbasis digital menyebabkan mahasiswa menghabiskan waktu lebih lama menggunakan perangkat elektronik seperti komputer dan laptop sehingga meningkatkan risiko gangguan fungsi penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tajam penglihatan mahasiswa selama tiga tahun serta mengevaluasi hubungan antara kebiasaan penggunaan komputer/laptop dengan penurunan visus. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif-komparatif yang dilakukan pada 152 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Bakti Tunas Husada angkatan 2019. Data visus tahun 2019 diperoleh dari arsip pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru, sedangkan data tahun 2022 diperoleh melalui pemeriksaan ulang menggunakan Snellen Chart dan pengisian kuesioner terkait kebiasaan penggunaan komputer/laptop. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% responden mengalami penurunan tajam penglihatan selama periode pengamatan. Faktor posisi layar terhadap mata berhubungan signifikan dengan penurunan tajam penglihatan (p = 0,023), demikian pula jarak layar ke mata (p = 0,001) dan faktor genetik (p = 0,026). Sementara itu, penggunaan blue light filter (p = 0,415), teknik 20-20-20 (p = 0,592), dan pencahayaan ruangan (p = 0,447) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap penurunan tajam penglihatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor ergonomi penggunaan komputer dan faktor genetik berperan terhadap penurunan tajam penglihatan mahasiswa. Oleh karena itu, penerapan perilaku penggunaan komputer yang ergonomis dan pemeriksaan mata berkala diperlukan untuk menjaga kesehatan penglihatan mahasiswa di era digital
Copyrights © 2026