Cucu Nurpatonah
Prodi D.III Refraksi Optisi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bakti Tunas Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PERBANDINGAN KETAJAMAN PENGLIHATAN DENGAN SNELLEN CHART, LOGMAR CHART DAN APLIKASI SMART OPTOMETRY Cucu Nurpatonah; Aisyah Alfiah Rahma; Azril Pratama; Ai Meri Yulianti; Itmam Milataka
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1640

Abstract

ABSTRAK Ketajaman penglihatan (visual acuity) merupakan parameter utama dalam evaluasi kesehatan mata. Seiring berkembangnya teknologi, aplikasi digital seperti Smart Optometry mulai digunakan sebagai alat skrining alternatif, meskipun validitasnya masih perlu dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengukuran ketajaman penglihatan menggunakan Snellen chart, LogMAR chart, dan aplikasi Smart Optometry pada mahasiswa S1 Farmasi berusia 19–21 tahun. Desain penelitian ini adalah cross-sectional non-intervensional dengan pendekatan komparatif terhadap 105 responden (210 mata). Pemeriksaan dilakukan secara monokular menggunakan Snellen chart pada jarak 5 meter, LogMAR chart pada jarak 4 meter, dan aplikasi Smart Optometry pada jarak 40 cm. Rerata hasil pengukuran ketajaman penglihatan secara keseluruhan menunjukkan bahwa aplikasi Smart Optometry memberikan nilai lebih tinggi (0,88) dibandingkan LogMAR (0,78) dan Snellen chart (0,79). Pada kelompok dengan visus normal (LogMAR = 1,0), rerata hasil aplikasi mencapai 0,98, sedikit lebih tinggi dibanding Snellen (1,0). Namun, pada kelompok dengan visus buruk (LogMAR > 1,0), hasil aplikasi menunjukkan perbedaan yang mencolok (rata-rata 0,73) dibanding Snellen (0,47) dan LogMAR (0,45). Analisis statistik menggunakan uji Friedman dan Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara aplikasi dan metode konvensional (p < 0,0001). Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi Smart Optometry cenderung menghasilkan nilai visus lebih tinggi dibandingkan Snellen chart dan LogMAR, terutama pada kelompok dengan visus kurang. Aplikasi ini berpotensi digunakan sebagai alat skrining awal, namun memerlukan kalibrasi lebih lanjut untuk kelompok visus rendah. Kata Kunci : aplikasi digital, ketajaman penglihatan, LogMAR, smart optometry, Snellen  
Perubahan Visual Acuity Mahasiswa Selama Masa Transisi Pembelajaran Digital: Analisis Data Tiga Tahun Cucu Nurpatonah; Sri Yusnita Irda Sari; Indah Amelia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i2.1942

Abstract

Perubahan pola pembelajaran berbasis digital menyebabkan mahasiswa menghabiskan waktu lebih lama menggunakan perangkat elektronik seperti komputer dan laptop sehingga meningkatkan risiko gangguan fungsi penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tajam penglihatan mahasiswa selama tiga tahun serta mengevaluasi hubungan antara kebiasaan penggunaan komputer/laptop dengan penurunan visus. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif-komparatif yang dilakukan pada 152 mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Bakti Tunas Husada angkatan 2019. Data visus tahun 2019 diperoleh dari arsip pemeriksaan kesehatan mahasiswa baru, sedangkan data tahun 2022 diperoleh melalui pemeriksaan ulang menggunakan Snellen Chart dan pengisian kuesioner terkait kebiasaan penggunaan komputer/laptop. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% responden mengalami penurunan tajam penglihatan selama periode pengamatan. Faktor posisi layar terhadap mata berhubungan signifikan dengan penurunan tajam penglihatan (p = 0,023), demikian pula jarak layar ke mata (p = 0,001) dan faktor genetik (p = 0,026). Sementara itu, penggunaan blue light filter (p = 0,415), teknik 20-20-20 (p = 0,592), dan pencahayaan ruangan (p = 0,447) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap penurunan tajam penglihatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor ergonomi penggunaan komputer dan faktor genetik berperan terhadap penurunan tajam penglihatan mahasiswa. Oleh karena itu, penerapan perilaku penggunaan komputer yang ergonomis dan pemeriksaan mata berkala diperlukan untuk menjaga kesehatan penglihatan mahasiswa di era digital