Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak pegagan (Centella asiatica) yang tumbuh pada dataran tinggi. Pegagan memiliki senyawa metabolisme sekunder yang terdiri dari flavonoid, triterpenoid, tanin, saponin, dan senyawa lainnya. Senyawa metabolit ini memiliki manfaat sebagai antioksidan dan antimikroba sehingga dapat digunakan sebagai bahan feed additive untuk menggantikan antibiotic growth promotore dan antioksidan sintetis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan mengumpulkan sampel pegagan dari 30 titik di sekitar area Bandung raya, Jawa Barat, Indonesia. Metode maserasi digunakan untuk mengekstrak sampel. Senyawa metabolit sekunder yang diukur dalam penelitian ini adalah flavonoid, triterpenoid, tanin, dan saponin. Senyawa tersebut diukur dengan metode spektrofotometrik. Hasil penelitian ini menunjukan kadar flavonoid yang terukur sebesar 132,34 ± 11,12 mg EK/g berat kering, triterpenoid 17,83 ± 2,84 mg EAU/g berat kering, tanin 64,59 ± 21,85 mg EKa/g berat kering, dan saponin 171,77 ± 74,91 mg ED/g berat kering. Berdasarkan hasil tersebut, pegagan memiliki potensi untuk dijadikan sebagai bahan feed additive alami untuk menggantikan antibiotic growth promotore dan antioksidan sintetis.
Copyrights © 2025