Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh imbangan tebon jagung dan kaliandra merah terhadap karakteristik fisik, nilai Fleigh, dan perubahan bahan kering silase. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan, yaitu P1 P1 (90% tebon jagung + 10% kaliandra merah), P2 (80% tebon jagung + 20% kaliandra merah), P3 (70% tebon jagung + 30% kaliandra merah), dan P4 (60% tebon jagung + 40% kaliandra merah). Data dianalisis menggunakan uji statistik analisis ragam (ANOVA) dan uji jarak berganda Duncan. Peubah yang diamati meliputi warna, aroma, tekstur, rasa, nilai Fleigh, serta perubahan bahan kering silase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan tebon jagung dan kaliandra merah berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, dan nilai Fleigh silase (p < 0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma, tekstur, dan perubahan bahan kering silase (p > 0,05). Perlakuan terbaik diperoleh pada P2 (80% tebon jagung + 20% kaliandra merah) dengan rataan nilai Fleigh sebesar 106,31 dan karakteristik fisik yang baik (warna kecoklatan, aroma asam segar, dan tekstur lembut). Dapat disimpulkan bahwa kombinasi 80% tebon jagung dan 20% kaliandra merah menghasilkan kualitas silase terbaik.
Copyrights © 2025