Kualitas tanah merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Pemanfaatan kompos berbasis kulit kakao menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas tanah sekaligus memanfaatkan limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kompos berbasis kulit kakao dalam meningkatkan kualitas tanah dan menentukan dosis yang memberikan hasil paling optimal pada tanaman kangkung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design pada lima perlakuan, yaitu P0 tanpa kompos, P1 100 g, P2 200 g, P3 300 g, dan P4 400 g kompos per 6 kg tanah. Parameter yang diamati meliputi fertility, moisture, pH, suhu tanah, serta pertumbuhan tanaman. Hasil menunjukkan fertility meningkat pada seluruh perlakuan dan seluruhnya berkategori tinggi pada posttest. P4 memberikan hasil pertumbuhan terbaik dengan 8 tanaman hidup, 20 daun, dan panjang tanaman 30 cm. Disimpulkan bahwa kompos kulit kakao berpotensi meningkatkan kualitas tanah dan mendukung pertumbuhan kangkung, dengan P4 sebagai perlakuan paling optimal secara deskriptif
Copyrights © 2026