Kualitas udara di lingkungan permukiman dapat dipengaruhi oleh keberadaan partikulat dan kondisi mikroklimat yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan tanaman sebagai vegetasi penyerap polutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kualitas udara setelah peletakan tanaman Calathea ctenanthe selama 13 hari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan pada pukul 14.00 WIB dan titik pengukuran yang sama. Parameter yang diukur meliputi AQI, PM₂.₅, PM₁₀, PM₅.₀, PM₁.₀, suhu, dan kelembapan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan AQI dari 346 menjadi 123, PM₂.₅ dari 284 menjadi 75 µg/m³, PM₁₀ dari 405 menjadi 107 µg/m³, PM₅.₀ dari 324 menjadi 96 µg/m³, dan PM₁.₀ dari 284 menjadi 81 µg/m³. Kelembapan meningkat dari 47% menjadi 52%, sedangkan suhu menurun dari 37°C menjadi 36°C. Meskipun beberapa parameter masih berada pada kategori buruk, terdapat perbaikan kualitas udara setelah perlakuan. Calathea ctenanthe berpotensi menjadi salah satu upaya sederhana dalam membantu memperbaiki kualitas udara di lingkungan permukiman
Copyrights © 2026