Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, masalah kesehatan maternal masih menjadi perhatian utama dalam pembangunan kesehatan daerah. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu, khususnya pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas masih perlu diperkuat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang dapat menyebabkan kematian ibu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Pendekatan cross-sectional digunakan untuk mengetahui hubungan antara usia dan pendidikan terhadap pengetahuan ibu postpartum tentang deteksi dini tanda bahaya masa nifas pada waktu yang bersamaan. Hasil penelitian didapatkan Umur ibu nifas berhubungan dengan pengetahuan tanda bahaya masa nifas (p=0,00 < 0,05), demikian pula pendidikan ibu nifas berhubungan dengan pengetahuan tanda bahaya masa nifas (p=0,00 < 0,05) pada penelitian yang dilakukan di Puskesmas Jongayya.
Copyrights © 2026