Ketahanan pangan di pedesaan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan, rendahnya keterampilan budidaya modern, serta ketergantungan pada pasokan pangan eksternal. Masalah ketahanan pangan di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember yaitu kurangnya ketersediaan lahan pertanian. Program pengabdian kepada masyarakat desa dilakukan dengan memanfaatkan sistem akuaponik berbasis lele dan kangkung. Akuaponik merupakan salah satu sistem hidroponik yang menggabungkan antara teknik pertanian hidroponik dan akuakultur. Tanaman akan dibudidayakan tanpa menggunakan tanah dan ikan dipelihara dalam sistem kolam tertutup. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan sistem akuaponik. Kegiatan pemberdayaan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan teknis, pembangunan instalasi akuaponik sederhana berupa LELONIK (Lele galon Hidroponik), dan pendampingan intensif kepada masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengelola akuaponik dari 0% menjadi 91%, terjaminnya ketersediaan protein dan sayuran segar bagi keluarga dari 0% menjadi 85%, serta munculnya peluang usaha mikro berbasis perikanan dan pertanian terpadu. Penerapan akuaponik berbasis lele dan kangkung dapat menjadi model pemberdayaan yang mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di desa.
Copyrights © 2026