Kematangan pribadi dan spiritualitas penerimaan merupakan fondasi penting dalam formasi calon imam diosesan. Namun, dinamika kehidupan seminari menunjukkan bahwa sebagian frater masih menghadapi kesulitan dalam menerima diri, orang lain, kritik, arahan formator, dan realitas panggilan yang tidak selalu sesuai dengan harapan pribadi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas penerimaan dan kematangan pribadi melalui rekoleksi tematik berbasis keteladanan Santo Yosef. Program menggunakan pendekatan integratif, reflektif, partisipatif, dan pastoral melalui pendalaman Kitab Suci, refleksi Patris Corde, sharing pengalaman, studi kasus, role play menerima kritik, latihan mendengarkan aktif, jurnal refleksi, dan penyusunan komitmen formasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, lembar observasi, rubrik komunikasi interpersonal, refleksi tertulis, serta umpan balik peserta. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 55,0 menjadi 86,6 pada aspek penerimaan diri, penerimaan kritik, empati dan komunikasi, kematangan emosional, serta ketaatan dan keterbukaan iman. Peserta juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membedakan kritik terhadap perilaku dari penolakan terhadap pribadi, mengelola respons emosional, dan menafsirkan arahan formator sebagai bagian dari proses pertumbuhan panggilan. Program ini memperlihatkan bahwa keteladanan Santo Yosef dapat menjadi kerangka spiritual yang relevan untuk mengintegrasikan dimensi manusiawi dan rohani dalam formasi imam. Keberlanjutan diarahkan melalui pendampingan personal, jurnal refleksi berkala, evaluasi komunitas, dan tindak lanjut bersama formator.
Copyrights © 2022