Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi penting bagi keberhasilan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di sekolah dasar, namun sebagian peserta didik masih mengalami kesulitan dalam ketepatan membaca, pelafalan, intonasi, dan kelancaran. Pembelajaran membaca yang belum mengoptimalkan keterlibatan berbagai modalitas sensorik menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebutuhan belajar peserta didik dengan kesulitan membaca belum sepenuhnya terakomodasi. Meskipun metode multisensori telah banyak digunakan dalam pembelajaran membaca, penerapannya yang mengintegrasikan dukungan teknologi dengan media buku bergambar dalam konteks pembelajaran kelas rendah sekolah dasar masih memerlukan bukti empiris berbasis tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas II SDN 003 Long Mesangat melalui metode multisensori berbasis teknologi menggunakan media buku bergambar. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 33 peserta didik, dengan tujuh peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan sebagai fokus tindakan. Data diperoleh melalui observasi, tes kemampuan membaca permulaan, dan dokumentasi serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan PTK dipilih karena memungkinkan perbaikan pembelajaran dilakukan secara sistematis dan reflektif berdasarkan kesulitan membaca yang ditemukan dalam kondisi kelas aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kemampuan membaca permulaan tujuh peserta didik fokus meningkat dari 53 pada Siklus I Pertemuan 1 menjadi 68 pada Siklus I Pertemuan 2, 77 pada Siklus II Pertemuan 1, dan 91 pada Siklus II Pertemuan 2. Pada tingkat kelas, rata-rata hasil belajar meningkat dari 72,64 pada pra-siklus menjadi 88,58 pada akhir tindakan, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 78,79% menjadi 100%. Peningkatan juga terlihat pada perhatian, motivasi, keaktifan, dan kepercayaan diri peserta didik selama pembelajaran. Kebaruan praktis penelitian ini terletak pada integrasi stimulasi multisensori, dukungan teknologi, dan media buku bergambar dalam tindakan pembelajaran yang adaptif bagi peserta didik dengan kesulitan membaca permulaan tanpa memisahkan mereka dari pembelajaran kelas reguler. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif pembelajaran membaca permulaan yang adaptif dan inklusif pada kelas rendah sekolah dasar.
Copyrights © 2026