Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman nama anggota tubuh melalui penggunaan media visual gambar berbasis kontekstual pada peserta didik Down Syndrome. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengenali, menunjuk, dan menyebutkan nama anggota tubuh sehingga diperlukan media pembelajaran yang konkret dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah satu peserta didik dengan Down Syndrome di Sekolah Dasar Inklusif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil tes dan hasil observasi pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual gambar berbasis kontekstual dapat meningkatkan pemahaman nama anggota tubuh pada peserta didik Down Syndrome . Peningkatan terlihat dari hasil tes yang diperoleh peserta didik pada setiap tahap penelitian. Pada kondisi awal (pra siklus), peserta didik memperoleh persentase kemampuan sebesar 57,14%. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, persentase kemampuan meningkat menjadi 71,43%. Pada Siklus II, kemampuan peserta didik kembali meningkat menjadi 85,71%. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan media visual gambar berbasis kontekstual juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang ditunjukkan melalui meningkatnya perhatian, partisipasi, respons terhadap instruksi guru, serta keterlibatan peserta didik dalam setiap kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, media visual gambar berbasis kontekstual efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman nama anggota tubuh pada peserta didik Down Syndrome.
Copyrights © 2026