Rendy Roos Handoyo
Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA DENGAN SPEECH DELAY KELAS 1 MELALUI METODE PRAKTIK BERBASIS KONTEKSTUAL DI SDN Kurnia; Rendy Roos Handoyo
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13838

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of a contextual practice-based learning method using the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach in improving the speaking skills of first-grade students with speech delay at SDN 002 Sangatta Selatan. The study was motivated by the limited articulation, vocabulary, and verbal communication skills of three students, which resulted in passive classroom participation. This Classroom Action Research (CAR) was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The participants were three first-grade students with speech delay. Data were collected through classroom observations, oral speaking tests, and documentation, and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings demonstrated that the contextual practice-based method effectively improved students' speaking skills. The average speaking performance increased from 69% in Cycle I to 80% in Cycle II. At the end of the intervention, student AH achieved 93% (Very Well Developed), MNA 82% (Developed as Expected), and RA 79% (Developed as Expected). The CTL components, particularly modelling and inquiry, encouraged students to speak more actively, expand their vocabulary, improve articulation, and develop greater confidence in classroom interactions. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan metode praktik berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak dengan speech delay kelas I di SDN 002 Sangatta Selatan. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan artikulasi, kosakata, dan komunikasi verbal pada tiga siswa sehingga mereka cenderung pasif dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa dengan speech delay. Data dikumpulkan melalui observasi, tes lisan kemampuan berbicara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode praktik berbasis CTL efektif meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Persentase kemampuan berbicara meningkat dari 69% pada Siklus I menjadi 80% pada Siklus II. Pada akhir penelitian, AH mencapai 93% (Berkembang Sangat Baik), MNA 82% (Berkembang Sesuai Harapan), dan RA 79% (Berkembang Sesuai Harapan). Penerapan sintaks CTL, terutama modelling dan inquiry, mendorong siswa lebih aktif berbicara, memperkaya kosakata, meningkatkan kejelasan artikulasi, serta memperkuat kepercayaan diri dalam berinteraksi di kelas.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MENGAKOMODASI KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL ANAK SLOW LEARNER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV Milka Fajar Wati; Rendy Roos Handoyo
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13872

Abstract

Mathematics learning in inclusive elementary schools remains challenging for slow learner students because mathematical concepts are abstract, hierarchical, and require logical thinking. Previous studies have primarily examined either the effectiveness of differentiated instruction or academic accommodations separately, while limited attention has been given to integrating differentiated learning with learning accommodations to address the psychosocial needs of slow learner students in mathematics classrooms. This study aimed to describe: (1) the implementation of differentiated learning in the learning process and learning environment, and (2) learning accommodations provided to support the psychosocial needs of Grade IV slow learner students at SDN 007 Sangkulirang. A qualitative descriptive case study design was employed. The participants consisted of one Grade IV teacher and three slow learner students. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation. Data credibility was ensured through source and technique triangulation, while analysis followed an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that successful inclusive mathematics learning is determined not only by the implementation of differentiated instruction but also by the synergy between differentiated learning processes, an inclusive learning environment, and learning accommodations that address students' psychosocial needs. This synergy was reflected through the use of concrete learning media, repeated instruction, individualized guidance, flexible grouping, a safe classroom environment, simplified learning materials, modified assessment, extended learning time, and gradual scaffolding. These integrated practices enhanced students' self-confidence, learning motivation, active participation, and social engagement. The novelty of this study lies in proposing an integrated implementation model that combines differentiated learning and learning accommodations based on the psychosocial needs of slow learner students in inclusive elementary mathematics education. ABSTRAK Pembelajaran matematika di sekolah dasar inklusif masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa slow learner karena materi bersifat abstrak, hierarkis, dan menuntut kemampuan berpikir logis. Berbagai penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada efektivitas strategi pembelajaran berdiferensiasi atau akomodasi akademik secara terpisah, sedangkan kajian yang mengintegrasikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan akomodasi pembelajaran dalam memenuhi kebutuhan psikososial siswa slow learner pada pembelajaran matematika masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada proses dan lingkungan pembelajaran matematika, serta (2) bentuk akomodasi pembelajaran dalam memenuhi kebutuhan psikososial siswa slow learner kelas IV di SDN 007 Sangkulirang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru kelas IV dan tiga siswa slow learner. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran matematika yang inklusif tidak hanya ditentukan oleh penerapan pembelajaran berdiferensiasi, tetapi juga oleh sinergi antara diferensiasi proses, pengelolaan lingkungan belajar, dan akomodasi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan psikososial siswa. Implementasi tersebut diwujudkan melalui penggunaan media konkret, pengulangan materi, bimbingan individual, pengelompokan belajar yang fleksibel, lingkungan belajar yang aman, penyederhanaan materi, penyesuaian asesmen, pemberian waktu tambahan, serta scaffolding bertahap. Sinergi strategi tersebut terbukti meningkatkan kepercayaan diri, motivasi belajar, partisipasi aktif, dan keterlibatan sosial siswa dalam pembelajaran matematika. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian model implementasi yang mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi dengan akomodasi pembelajaran berbasis kebutuhan psikososial siswa slow learner dalam konteks pembelajaran matematika di sekolah dasar inklusif.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI PENERAPAN METODE MULTISENSORI BERBASIS DIRECT INSTRUCTION SISWA KELAS III DI SD DENGAN KESULITAN BELAJAR Faridah; Rendy Roos Handoyo
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13880

Abstract

The low level of beginning reading skills among students with learning difficulties is influenced by the continued use of conventional teaching methods that do not adequately accommodate their learning characteristics. This study aimed to improve beginning reading skills through the implementation of a multisensory method based on Direct Instruction. This study employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles. The participants were two third-grade elementary school students who experienced difficulties in beginning reading. Data were collected through beginning reading tests, student participation observations, and classroom learning observations. The data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques, with a success criterion of 80%. The findings indicated that the beginning reading skills of both participants improved across each cycle. In the pre-action stage, their reading skills were still in the low category. Following the implementation of the Direct Instruction-based multisensory method in Cycle I, their beginning reading skills improved but had not yet reached the predetermined success criterion. In Cycle II, both students demonstrated further improvement and successfully achieved the targeted level of performance. In addition, students' participation during the learning process also increased. These findings indicate that the implementation of a multisensory method based on Direct Instruction was able to improve the beginning reading skills of students with learning difficulties. ABSTRAK Rendahnya kemampuan membaca permulaan pada siswa yang mengalami kesulitan belajar dipengaruhi oleh pembelajaran yang masih didominasi metode konvensional sehingga belum mengakomodasi karakteristik belajar siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa melalui penerapan metode multisensori berbasis Direct Instruction. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan mengadopsi model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa kelas III SD yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan membaca permulaan, observasi partisipasi siswa, dan observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan indikator keberhasilan sebesar 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan kedua subjek mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi pra tindakan, kemampuan membaca masih berada pada kategori rendah. Setelah penerapan metode multisensori berbasis Direct Instruction pada Siklus I, kemampuan membaca permulaan meningkat, namun belum mencapai indikator keberhasilan. Pada Siklus II, kemampuan membaca kedua subjek kembali meningkat hingga mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Selain itu, partisipasi siswa selama proses pembelajaran juga menunjukkan peningkatan. Dengan demikian, penerapan metode multisensori berbasis Direct Instruction mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Media Visual Berbasis Kontekstual untuk Meningkatkan Pengenalan Nama Anggota Tubuh pada Anak dengan Down Syndrome Edi Sopian; Rendy Roos Handoyo
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman nama anggota tubuh melalui penggunaan media visual gambar berbasis kontekstual pada peserta didik Down Syndrome. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengenali, menunjuk, dan menyebutkan nama anggota tubuh sehingga diperlukan media pembelajaran yang konkret dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah satu peserta didik dengan Down Syndrome di Sekolah Dasar Inklusif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil tes dan hasil observasi pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual gambar berbasis kontekstual dapat meningkatkan pemahaman nama anggota tubuh pada peserta didik Down Syndrome . Peningkatan terlihat dari hasil tes yang diperoleh peserta didik pada setiap tahap penelitian. Pada kondisi awal (pra siklus), peserta didik memperoleh persentase kemampuan sebesar 57,14%. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, persentase kemampuan meningkat menjadi 71,43%. Pada Siklus II, kemampuan peserta didik kembali meningkat menjadi 85,71%. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan media visual gambar berbasis kontekstual juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang ditunjukkan melalui meningkatnya perhatian, partisipasi, respons terhadap instruksi guru, serta keterlibatan peserta didik dalam setiap kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, media visual gambar berbasis kontekstual efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman nama anggota tubuh pada peserta didik Down Syndrome.