Kemampuan berbagi merupakan keterampilan sosial yang penting bagi anak dengan perilaku hiperaktif karena berkaitan dengan kemampuan berinteraksi, bekerja sama, dan membangun hubungan positif dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbagi peserta didik dengan perilaku hiperaktif melalui strategi role playing menggunakan media boneka tangan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seorang peserta didik kelas II berinisial RJ di SD Negeri 001 Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbagi peserta didik meningkat dari 30% pada pra-siklus menjadi 60% pada Siklus I dan 90% pada Siklus II. Peningkatan terlihat pada kesediaan peserta didik meminjamkan benda kepada teman, bergantian menggunakan media pembelajaran, berbagi makanan atau mainan, mengikuti aturan permainan, dan menunjukkan perilaku kooperatif. Penggunaan boneka tangan dalam kegiatan role playing juga mendorong perhatian, keterlibatan, dan antusiasme peserta didik selama pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi role playing menggunakan media boneka tangan dapat menjadi alternatif pembelajaran untuk mendukung perkembangan kemampuan berbagi dan keterampilan sosial-emosional peserta didik dengan perilaku hiperaktif di sekolah dasar.
Copyrights © 2026