Penyakit tidak menular atau bisa disebut sebagai penyakit degeneratif yang menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat pada abad ke-21 karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang ditentukan oleh tingkat tekanan darah. Diabetes melitus adalah penyakit yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung lama. Obat-obatan antihipertensi dan antidiabates memiliki harga yang sangat bervariasi, oleh karena itu diperlukan suatu pendekatan farmakoekonomi untuk mengevaluasi antara biaya dan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya terapi kombinasi antihipertensi dan antidiabetes oral pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Hermana Lembean Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancangan cross-sectional secara retrospektif menggunakan pendekatan farmakoekonomi metode cost-effectiveness analysis (CEA) dengan data sekunder yang telah tersedia sebelumnya dan diperoleh dari rekam medis pasien yang menjalani pengobatan rawat inap di RS Hermana Lembean Minahasa Utara. Sebanyak 60 pasien hipertensi dan diabetes mellitus sebagian besar adalah perempuan dan berusia 60-74 tahun. Dengan terapi antihipertensi dan antidiabetes kombinasi dua obat, tiga obat dan empat obat. Terapi kombinasi tiga obat lebih cost-effective dengan nilai ACER sebesar Rp. 24.576,04. Analisis cost effectiveness terapi diperoleh nilai ICER antara kelompok A dan kelompok B dengan peningkatan efektivitas terapi sebesar 1% diperlukan tambahan biaya sebesar Rp. 33.627,64 Nilai ICER negatif pada perbandingan kelompok A terhadap kelompok C sebesar Rp. -31.913,39 serta kelompok B terhadap kelompok C sebesar Rp. -245.379,42 menunjukkan adanya dominan.
Copyrights © 2026