Perkembangan mobilitas digital telah meningkatkan intensitas interaksi antarbudaya, namun juga memperbesar potensi konflik sosial akibat perbedaan persepsi, stereotipe, dan misinformasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model komunikasi interkultural berbasis kearifan lokal sebagai strategi mitigasi konflik pada ruang digital. Pendekatan kualitatif eksploratif dan analisis tematik digunakan untuk mengkaji literatur mutakhir terkait komunikasi interkultural, budaya lokal, dan konflik digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berfungsi sebagai mekanisme moderasi nilai yang memperkuat kompetensi komunikasi interkultural melalui tiga dimensi utama: kesadaran budaya, empati budaya, dan praktik dialog. Model yang dihasilkan menempatkan kearifan lokal sebagai mediator yang menurunkan dampak negatif mobilitas digital terhadap konflik sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada kajian komunikasi interkultural dan menawarkan pedoman praktis untuk menciptakan ruang digital yang lebih harmonis dan etis. Kata-kata Kunci: Harmoni Budaya; Kearifan Lokal; Komunikasi Interkultural; Konflik Sosial; Mobilitas Digital
Copyrights © 2026