Latar belakang :Remaja merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi, termasuk keputihan (fluor albus), yang sering tidak ditangani akibat kurangnya pengetahuan dan kebiasaan menjaga kebersihan. Keputihan dapat disebabkan oleh faktor fisiologis maupun patologis dan memiliki prevalensi yang tinggi di kalangan remaja. Salah satu alternatif pengobatan alami yang dapat digunakan adalah air rebusan daun sirih hijau (Piper betle L), yang mengandung senyawa antiseptik seperti tanin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas air rebusan daun sirih hijau (Piper betle L) dalam mengurangi kejadian keputihan pada siswi kelas VII di SMPN 8 Cimahi. Metode: Desain Quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan 100 cc air rebusan daun sirih hijau (Piper Betle L) (Piper betle L) dua kali sehari selama lima hari. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji menunjukkan air rebusan daun sirih hijau (Piper betle L) terbukti lebih efektif dibandingkan edukasi saja dalam menurunkan tingkat keputihan, ditunjukkan oleh nilai p = 0.000 pada kelompok intervensi, lebih kecil dari kelompok kontrol yaitu p = 0.589. Artinya, intervensi yang diberikan memiliki pengaruh nyata terhadap penurunan tingkat keparahan keputihan. Kesimpulannya, air rebusan daun sirih hijau (Piper betle L) efektif dalam mengurangi keputihan pada remaja dan berpotensi menjadi terapi herbal pelengkap dalam program kesehatan reproduksi berbasis sekolah. Memberikan bukti empiris bahwa pemberian air rebusa daun sirih hijau (Piper betle L) dapat menjadi salah satu alternatif intervensi komplementer yang sederhana, mudah diterapkan dan berpotensi mendukung upaya pencegahan serta penganan keputihan pada remaj melalui program kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dan institusi pendidikan dalam mengembangkan edukasi serta intervensi kesehatan reproduksi remaja yang berbasis pada pemanfaatan bahan herbal secara tepat dan terukur.
Copyrights © 2026