Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas memiliki permasalahan pengolahan limbah peternakan yang belum optimal. Limbah ternak umumnya hanya ditumpuk di sekitar kandang atau dibuang langsung ke lingkungan sehingga menimbulkan pencemaran, bau tidak sedap, dan belum memberikan nilai tambah ekonomi bagi peternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian peternak dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi observasi lapangan, penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan pupuk organik padat menggunakan bioaktivator EM4, pendampingan selama proses fermentasi, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami teknik pengolahan limbah ternak dan mempraktikkan pembuatan pupuk organik secara mandiri. Pupuk organik yang dihasilkan memiliki karakteristik matang, yaitu berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, tidak berbau menyengat, dan siap diaplikasikan pada lahan pertanian. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan serta membuka peluang pemanfaatan pupuk organik sebagai sumber pendapatan tambahan. Program ini berpotensi mendukung penerapan sistem pertanian terpadu (integrated farming system) melalui pemanfaatan limbah peternakan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026