Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN PERENDAMAN TELUR ITIKDENGAN SARI DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa Blimbi L.) TERHADAPKUALITAS INTERNAL TELUR Aliefnur Fauzi; Soegeng Herijanto; Fani Dwi Evadewi
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan telur itik dalam sari daun belimbing wuluh terhadap indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan bobot susut. Penelitian ini dilaksankan mulai tanggal 8 Mei – 8 Juni 2025, di laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Wijayakusuma Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 72 butir telur itik, 2.025 ml sari daun belimbing wuluh dan air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dua factorial dengan dasar rancangan acak lengkap (RAL). Factor A sebagai perlakuan atau dosis sari P0 (tanpa perendaman), P1 (dosis sari 15% + perendaman 24jam), P2 (dosis sari 15% + perendaman 48jam), P3 (dosis sari 15% + perendaman 72jam), dan Faktor B sebagai lama penyimpanan yaitu LP1 (lama penyimpanan 10 hari), LP2 (lama penyimpanan 20 hari), LP3 (lama penyimpanan 30 hari) dengan masing- masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan bobot susut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanan telur itik setelah direndam dengan sari daun belimbing wuluh selama 30 hari meningkatkan bobot susut (P<0,05); menurunkan kualitas indeks putih telur (P<0,05) dan menurunkan indeks kuning telur (P<0,05). Disarankan untuk menggunakan bahan lain selain sari daun belimbing wuluh karena sari daun belimbing wuluh tidak mampu mempertahankan kualitas telur ditinjau dari bobot susut, indeks putih telur (IPT) dan indeks kuning telur (IKT).
Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Pakan Ternak Alternatif di Desa Sodagaran Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap Fani Dwi Evadewi
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i1.501

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak alternatif merupakan salah satu solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan ketersediaan hijauan pakan, khususnya pada musim kemarau. Desa Sodagaran, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap memiliki potensi limbah pertanian berupa jerami padi, tongkol jagung, dan limbah tanaman kacang-kacangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak alternatif yang bernilai guna dan ekonomis. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik pengolahan pakan melalui teknologi sederhana (amoniasi dan fermentasi), serta pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peternak terhadap nilai nutrisi limbah pertanian dan kemampuan mengolah pakan alternatif secara mandiri. Selain itu, terjadi penurunan biaya pakan dan peningkatan efisiensi usaha ternak. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan kelembagaan desa dan pendampingan lanjutan.
Pemberdayaan Peternak Melalui Inovasi Pengolahan Limbah Menjadi Pupuk Organik Desa Tumiyang Kecamatan Kebasen Banyumas Fani Dwi Evadewi
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.554

Abstract

Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas memiliki permasalahan pengolahan limbah peternakan yang belum optimal. Limbah ternak umumnya hanya ditumpuk di sekitar kandang atau dibuang langsung ke lingkungan sehingga menimbulkan pencemaran, bau tidak sedap, dan belum memberikan nilai tambah ekonomi bagi peternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian peternak dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik sebagai upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi observasi lapangan, penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan pupuk organik padat menggunakan bioaktivator EM4, pendampingan selama proses fermentasi, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami teknik pengolahan limbah ternak dan mempraktikkan pembuatan pupuk organik secara mandiri. Pupuk organik yang dihasilkan memiliki karakteristik matang, yaitu berwarna cokelat kehitaman, bertekstur remah, tidak berbau menyengat, dan siap diaplikasikan pada lahan pertanian. Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan serta membuka peluang pemanfaatan pupuk organik sebagai sumber pendapatan tambahan. Program ini berpotensi mendukung penerapan sistem pertanian terpadu (integrated farming system) melalui pemanfaatan limbah peternakan secara berkelanjutan.