Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal, beristirahat, dan beraktivitas. Namun, masih banyak masyarakat prasejahtera yang menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni akibat keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut dialami keluarga Bapak Warto Kristin di Lingkungan 10 Santo Yosep, Kranji Muntang, yang menempati rumah dengan atap bocor, dinding kayu lapuk, dan struktur bangunan yang sudah tidak memberikan perlindungan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merencanakan dan melaksanakan pembangunan rumah layak huni dengan memanfaatkan dana secara efisien melalui kerja sama berbagai pihak. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahap persiapan dilakukan melalui survei, pengukuran, serta penyusunan gambar perencanaan dan dokumen teknis. Tahap pelaksanaan meliputi pembongkaran bagian bangunan yang rusak, pembangunan dinding, pemasangan kolom dan ring balok, konstruksi atap, pekerjaan finishing, serta instalasi utilitas. Tahap akhir mencakup pemeriksaan hasil pekerjaan, penyusunan laporan, dan serah terima rumah kepada penerima manfaat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan rumah sederhana berhasil diselesaikan sesuai rencana dan target waktu dengan dukungan gotong royong masyarakat, Gereja, donatur, tenaga profesional, dan Tim Pengabdian. Kolaborasi tersebut mampu menekan biaya pembangunan tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan. Selain menghasilkan rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk dihuni, kegiatan ini juga meningkatkan kepedulian sosial, semangat kebersamaan, dan kerja sama antarwarga dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Copyrights © 2026