Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE EARTHQUAKE-RESISTANT BUILDING ASSISTANCE IN JATISARI VILLAGE KEDUNGREJA DISTRICT CILACAP REGENCY: PENDAMPINGAN BANGUNAN TAHAN GEMPA DI DESA JATISARI KECAMATAN KEDUNGREJA KABUPATEN CILACAP Ferdinandes Eddy Poerwodihardjo; Dwi Istiningsih; Dadi Triawan Selalatu
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i1.516

Abstract

A house is a basic human need that functions not only as a shelter but also as a space for physical and mental growth and development. In Indonesia, the risk of earthquakes is very high due to its location at the convergence of three major tectonic plates: the Indo-Australian Plate, the Eurasian Plate, and the Pacific Plate. This condition highlights the importance of understanding and applying earthquake-resistant building principles to minimize structural damage and casualties. This community service program aimed to enhance residents’ knowledge and skills in planning and constructing simple earthquake-resistant houses. The activities were carried out in Jatisari Village, Kedungreja District, Cilacap Regency, through educational workshops and direct assistance in building a model house. The materials presented included fundamental principles of earthquake-resistant construction, appropriate material selection, simple and symmetrical floor plan design, structural integration of foundations, tie beams, columns, and ring beams, as well as proper construction techniques. The program was implemented in three stages: preparation (site survey, planning, and cost estimation), construction carried out collaboratively through community participation, and final reporting. The results indicated an improvement in community understanding of earthquake-resistant construction techniques, appropriate material selection, and the importance of proper structural connections between building components. In addition to providing technical skills, the program strengthened social cohesion among residents. With correct construction techniques and relatively minimal additional costs, simple earthquake-resistant houses can be developed to create safer, more resilient, and sustainable living environments in disaster-prone areas
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI DI KRANJI PURWOKERTO TIMUR BANYUMAS Ferdinandes Eddy Poerwodihardjo
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i3.578

Abstract

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal, beristirahat, dan beraktivitas. Namun, masih banyak masyarakat prasejahtera yang menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni akibat keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut dialami keluarga Bapak Warto Kristin di Lingkungan 10 Santo Yosep, Kranji Muntang, yang menempati rumah dengan atap bocor, dinding kayu lapuk, dan struktur bangunan yang sudah tidak memberikan perlindungan yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan merencanakan dan melaksanakan pembangunan rumah layak huni dengan memanfaatkan dana secara efisien melalui kerja sama berbagai pihak. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Tahap persiapan dilakukan melalui survei, pengukuran, serta penyusunan gambar perencanaan dan dokumen teknis. Tahap pelaksanaan meliputi pembongkaran bagian bangunan yang rusak, pembangunan dinding, pemasangan kolom dan ring balok, konstruksi atap, pekerjaan finishing, serta instalasi utilitas. Tahap akhir mencakup pemeriksaan hasil pekerjaan, penyusunan laporan, dan serah terima rumah kepada penerima manfaat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan rumah sederhana berhasil diselesaikan sesuai rencana dan target waktu dengan dukungan gotong royong masyarakat, Gereja, donatur, tenaga profesional, dan Tim Pengabdian. Kolaborasi tersebut mampu menekan biaya pembangunan tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan. Selain menghasilkan rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk dihuni, kegiatan ini juga meningkatkan kepedulian sosial, semangat kebersamaan, dan kerja sama antarwarga dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.