Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memiliki peran penting dalam memperluas akses keuangan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan pelaku UMKM yang belum terlayani perbankan konvensional. Namun, perkembangan teknologi keuangan, munculnya fintech dan neobank, serta perubahan regulasi yang semakin kompleks menuntut BPR untuk beradaptasi agar tetap berdaya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur untuk merumuskan kerangka kebijakan yang mendukung keberlanjutan BPR di era digital. Analisis difokuskan pada lima aspek utama, yaitu transformasi digital, reformasi regulasi dan insentif, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, kolaborasi dengan ekosistem keuangan mikro, serta dukungan pemerintah dan OJK. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan BPR memerlukan sinergi lintas sektor, kebijakan publik yang mendukung inklusi keuangan, dan penguatan kelembagaan berbasis teknologi serta data. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan roadmap nasional yang adaptif, berkelanjutan, dan mampu memperkuat peran BPR dalam pemberdayaan ekonomi lokal
Copyrights © 2026