Kasnur Saputra
INSTITUT SAINS DAN BISNIS INTERNASIONAL SINGKAWANG

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Increasing The Role of Parents Recipients of The Family Hope Program Through a Socialization Management Strategy for The Indonesia Smart Card Scholarship Program for Studying at The International Institute of Science and Business Singkawang Syska Gloria; Kasnur Saputra; Sutarto Sutarto; Yohanes Gala Araftake Blikololong; Legawa Tegar Ramadhan; Sofia Nur Haviza
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7585

Abstract

This Community Service Activity aims to increase the role of parents of The Family Hope Program recipients in supporting their children to access higher education through The Indonesia Smart Card Scholarship Program at The International Institute of Science and Business Singkawang. The partners of this activity overcome the problem of low understanding of parents regarding the flow and requirements for applying for The Indonesia Smart Card, which has impacts on the minimal participation of students from The Family Hope Program families in continuing their higher education. The methods used include a socialization management strategy approach through mapping information needs, compiling contextual materials, and implementing socialization in the form of lectures, discussions, and practical simulations. This activity was carried out in Bukit Batu Village, Singkawang City involving 27 participants. The results showed a significant increase in participant understanding, which was initially only 40.7% understanding The Indonesia Smart Card program before the activity, increasing to 88.9% afterwards. Supporting factors for involvement include the active involvement of The Family Hope Program facilitators, participant enthusiasm, and  communicative delivery formats. The main obstacles are limited digital literacy and implementation time. This activity promises a program in the form of continued assistance and the development of simple and easily accessible digital information mediaPeningkatan Peran Orang Tua Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Melalui Strategi Manajemen Sosialisasi Program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Institut Sains dan Bisnis Internasional SingkawangABSTRAKKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran orang tua penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mendukung anak-anak mereka mengakses pendidikan tinggi melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Institut Sains dan Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang. Mitra kegiatan ini menghadapi masalah rendahnya pemahaman orang tua terhadap alur dan syarat pengajuan KIP Kuliah, yang berdampak pada minimnya partisipasi siswa dari keluarga PKH dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Metode yang digunakan meliputi pendekatan strategi manajemen sosialisasi melalui pemetaan kebutuhan informasi, penyusunan materi yang kontekstual, serta pelaksanaan sosialisasi dalam bentuk ceramah, diskusi, dan simulasi praktik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Bukit Batu, Kota Singkawang dengan melibatkan 27 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, yang semula hanya 40,7% memahami program KIP Kuliah sebelum kegiatan, meningkat menjadi 88,9% setelahnya. Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterlibatan aktif pendamping PKH, antusiasme peserta, dan format penyampaian yang komunikatif. Adapun hambatan utama adalah keterbatasan literasi digital dan waktu pelaksanaan. Kegiatan ini merekomendasikan keberlanjutan program berupa pendampingan lanjutan serta pengembangan media informasi digital sederhana dan mudah diakses.Kata Kunci:Kartu Indonesia Pintar; Program Keluarga Harapan; strategi manajemen sosialisasi; pendidikan tinggi
Digital Well-Being: Guidance & Counseling Service Digitalization Program to Reduce Burnout Among Guidance & Counseling Teachers in Singkawang Junior High School Insan Suwanto; Kamaruddin Kamaruddin; Kasnur Saputra
International Journal of Public Devotion Vol 8, No 2 (2025): August - December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v8i2.7906

Abstract

Guidance counselors at junior high schools in Singkawang City face a heavy administrative burden and work pressure that often triggers stress and Burnout. To overcome this problem, efforts to strengthen digital competencies are needed so that guidance services can be more efficient and support the well-being of teachers. The Digital Well-Being Program aims to improve the digital skills of guidance counselors while equipping them with strategies for maintaining work-life balance, thereby reducing administrative burdens and improving mental health. The program is implemented through a series of socialization activities, training, workshops, and assistance with the implementation of digital guidance counseling services. Participants are introduced to the use of technology applications that support guidance counseling services. Practical guidance modules and digital well-being guidelines are also provided to support daily implementation. This program results in guidance counselors with better digital skills, more optimal implementation of technology-based guidance counseling services, and the creation of a work-life balance that supports Burnout reduction. Guidance counseling services become more effective, innovative, and sustainable, thereby having a positive impact on teachers and students. Digital Well-Being: Program Digitalisasi Layanan BK untuk Mengurangi Burnout Guru BK SMP di Kota SingkawangABSTRAKGuru BK SMP di Kota Singkawang menghadapi beban administrasi tinggi dan tekanan kerja yang sering memicu stres dan Burnout. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan upaya penguatan kompetensi digital agar layanan BK dapat lebih efisien dan mendukung kesejahteraan guru. Program Digital Well-Being bertujuan meningkatkan keterampilan digital guru BK sekaligus membekali mereka dengan strategi menjaga keseimbangan kerja–kehidupan (work-life balance), sehingga beban administratif berkurang dan kesehatan mental lebih terjaga. Program dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan, workshop, dan pendampingan implementasi digitalisasi layanan BK. Peserta diperkenalkan pada penggunaan teknologi aplikasi pendukung layanan BK. Modul panduan praktis dan panduan kesejahteraan digital juga diberikan untuk menunjang penerapan sehari-hari. Program ini menghasilkan guru BK dengan keterampilan digital yang lebih baik, penerapan layanan BK berbasis teknologi yang lebih optimal, serta terciptanya keseimbangan kerja–kehidupan yang mendukung pengurangan Burnout. Layanan BK menjadi lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan sehingga memberi dampak positif bagi guru dan siswa.Kata Kunci :Digitalisasi, Burnout, Guru BK, Digital Well Being, Kota Singkawang