Kegiatan preventive maintenance pada jaringan fiber optic merupakan upaya penting untuk menjaga keandalan infrastruktur sekaligus mengurangi potensi gangguan layanan. Di PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, pengelolaan kegiatan tersebut masih memanfaatkan beberapa media yang terpisah, seperti spreadsheet untuk penyusunan jadwal, Microsoft SharePoint sebagai media penyimpanan dokumen, serta penyampaian informasi yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan proses pemantauan aktivitas, pengelolaan data, dan penentuan prioritas pemeliharaan belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem manajemen preventive maintenance jalur fiber optic berbasis web dengan menerapkan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, kemudian dilanjutkan dengan analisis kebutuhan, perancangan menggunakan Unified Modeling Language (UML), implementasi menggunakan framework Laravel dengan basis data MySQL, serta pengujian menggunakan metode Black Box Testing. Penerapan metode FMEA dimanfaatkan untuk menghitung nilai Risk Priority Number (RPN) berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection sehingga proses penentuan prioritas penanganan risiko dapat dilakukan secara lebih sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengintegrasikan proses penjadwalan, pelaksanaan inspeksi, analisis risiko, proses approval, hingga penyusunan laporan ke dalam satu aplikasi. Hasil pengujian juga menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai kebutuhan pengguna. Dengan demikian, sistem ini dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan preventive maintenance sekaligus mendukung pengambilan keputusan berdasarkan tingkat risiko pada jalur fiber optic.
Copyrights © 2026