Pesantren modern adalah wujud dari fleksibilitas lembaga pesantren dalam menjawab kebutuhan masyarakat seiring dengan tuntutan perkembangan zaman. Dalam upaya tersebut, kebahagiaan santri merupakan salah satu elemen penting yang harus diperhatikan oleh lembaga pesantren modern dengan tetap mempertahankan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam. Falsafah akhlak Ibn Miskawaih menawarkan jawaban alternatif untuk merekonstruksi pemahaman atas konsep kebahagiaan, disamping memberikan landasan teoretis untuk penyusunan kegiatan pendidikan dan pengasuhan di lingkungan pesantren modern. Kemerosotan moral dan krisis akhlak yang terjadi di zaman ini juga semakin menunjukkan bahwa cara pandang alternatif dalam filsafat moral semacam filsafat Ibn Miskawaih diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kebahagiaan (as-sa’adah) dan pemahaman tentang jiwa dalam kerangka filsafat akhlak Ibn Miskawaih, mengurai permasalahan pemaknaan kebahagiaan santri pesantren modern serta memberikan beberapa saran praktis dalam rekonstruksi kebahagiaan santri di pesantren modern melalui kerangka filsafat akhlak Ibn Miskawahih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berbasis riset kepustakaan, dengan karya Ibn Miskawaih berjudul ’Tahdzibul Akhlaq’ sebagai sumber primer didukung dengan artikel-artikel ilmiah yang berkaitan dengan objek penelitian. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa filsafat akhlak Ibn Miskawaih menawarkan konsep kebahagiaan yang orisinal dan holistik, penggunaan metodologi dan landasan falsafah yang bersifat islami bagi lembaga pesantren modern, serta mungkinnya aplikasi filsafat akhlak Ibn Miskawaih dalam kegiatan-kegiatan pendidikan dan pengasuhan di lingkungan pesantren modern.
Copyrights © 2026