Pelaporan gangguan teknologi informasi di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara selama ini masih ditangani secara manual, melalui komunikasi langsung dan pesan singkat antara pelapor dan staf teknologi informasi. Cara kerja seperti ini membuat laporan tersebar di berbagai kanal dan tidak terekam dalam satu basis data, sementara urutan penanganannya lebih banyak ditentukan oleh perkiraan petugas ketimbang aturan yang baku. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem helpdesk berbasis web bernama SMART-HELP yang menerapkan algoritma Priority Scheduling berbasis rule-based untuk menentukan urutan penanganan laporan gangguan secara otomatis, dengan mempertimbangkan urgensi, dampak terhadap pelayanan, dan kategori sistem yang terganggu. Sistem dikembangkan dengan metode Rational Unified Process (RUP) yang mencakup empat fase, yaitu inception, elaboration, construction, dan transition, serta dibangun menggunakan PHP, MySQL, HTML, CSS, dan JavaScript. Pengujian dilakukan melalui black box testing terhadap 20 skenario fungsional dan pengujian khusus terhadap enam skenario algoritma, mencakup penentuan skor prioritas, pengurutan antrean, First Come First Served (FCFS) sebagai tie-breaker, preemption, aging, serta perhitungan waiting time dan turnaround time. Seluruh 20 skenario fungsional dan enam skenario algoritma menghasilkan keluaran yang sesuai dengan rancangan, sehingga tingkat keberhasilan fungsional maupun akurasi algoritma sama-sama mencapai 100%. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi Priority Scheduling dan pendekatan rule-based dapat mengobjektifkan penentuan prioritas laporan gangguan teknologi informasi rumah sakit tanpa campur tangan manual pada tahap pengambilan keputusan, sehingga berpotensi mempercepat waktu respons dan memperjelas pertanggungjawaban pengelolaan layanan teknologi informasi.
Copyrights © 2026