Perkembangan ekonomi digital, media sosial, dan e-commerce telah meningkatkan kecenderungan perilaku impulsive buying pada Generasi Z, terutama akibat tingginya paparan promosi digital dan kemudahan transaksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan literasi keuangan digital terhadap perilaku impulsive buying mahasiswa Generasi Z Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 113 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas serta model regresi memenuhi asumsi klasik. Secara parsial, FOMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku impulsive buying (β = 0,761; p = 0,000), sedangkan literasi keuangan digital tidak berpengaruh signifikan (β = 0,120; p = 0,139). Secara simultan, FOMO dan literasi keuangan digital berpengaruh signifikan terhadap perilaku impulsive buying (F = 137,936; p = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,715 menunjukkan bahwa 71,5% variasi perilaku impulsive buying dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 28,5% dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis berupa FOMO memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan literasi keuangan digital dalam mendorong perilaku pembelian impulsif mahasiswa Generasi Z. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan perlu diimbangi dengan pengembangan kontrol diri dan kesadaran terhadap dampak FOMO dalam pengambilan keputusan konsumsi.
Copyrights © 2026